Meningkatkan Buruh Migran Untuk Belajar Bahasa Inggris

M Hanif Dhakiri selaku Menteri Ketenagakerjaan memberikan penilaian yang sangat baik atas tawaran yang diberikan oleh Wall Street English (WSE). Dimana mereka ingin bekerjasama untuk meningkatkan buruh imigran agar mampu menggunakan bahasa Inggris.

Dengan itu kesempatan tenaga kerja dari indonesia yang ingin bekerja di luar negeri di sektor formal bisa dikatakan sangat besar. Akan tetapi yang menjadi pokok permasalahannya adalah kemampuan untuk bisa bahasa Inggris yang dijadikan sebuah tantangan. Bagaimana meningkatkan secara teknis dalam berbahasa.

Sekretaris Jenderal (sekjen) Kemnaker, Hery Sudarmanto pun juga menambahkan, tenaga kerja asing di Filipina. Banyak buruh imgran yang menguasai bahasa Inggris dengan sangat baik. Dengan hal tersebut, kita harus memberikan peningkatan kemampuan dalam bidang bahasa agar dapat bersaing dengan negara lain.

pelatihan bahasa inggris
pemerintah yang sedang melakukan rapat

Sekjen Kemanaker Memberikan Pernyataan Mengenai Peningkatan Bahasa Inggris Bagi Buruh Imigran

“Jika di lihat dari sisi budaya, Indonesia sudah jelas lebih unggul ketimbang negara lain. Namun, jika membahas kemampuan bahasa Inggris atau asing kita masih tertinggal jauh. Maka dari itu, dengan adanya kerjasama itu dapat berguna untuk memberikan peningkatan dalam sumber daya manusia lewat bahasa Inggris,” ucap Henry ketika mendapatkan pertanyaan tentang buruh imgran di tanah air.

Kemnaker pun menambahkan, bahwa selama ini Kemnaker telah melakukan kerjasama dengan Badan Nasional Setifikasi Profesi (BNSP). Jika dalam kerjasama ini bersama WSE, sangat berharap mampu memberikan dampak yang sangat baik dalam meningkatkan kemampuan buruh migran untuk belajar bahsa Inggris.

Dengan begitu, untuk langkat berikutnya yang mesti dilakukan adalah pengenala kepada buruh imigran. Direktur Sumber Daya Manusia WSE yang bernama Sweeta Melani pun turut berbicara, utnuk mengikuti pelatihan tersebut maka harus diberikan untuk calon TKI formal saja. “Sehingga TKI yang mempunyai kemampuan, harus kalah saing karena tidak mampu menguasai bahasa Inggris,” katanya.

Untuk teknis dalam ikut serta ¬†pelatihan tersebut seperti apa, dia pun memberikan penjelasan. Pelatihan tersebut akan dibicarakan sampai TKI memiliki sertifikat kemampuan dalam berbahasa Inggris dari WSE. “Untuk masalah dana, rencanya akan menggunakan program corporate social responsibility berada di bawah kemanker,” ucapnya.

Dimana pelatihan itu akan dilaksanakan tahun ini, dalam lembaga peningkatan bahasa WSE yang berada di Jakarta dan juga Bandung. Yang pada awalnya, Menaker berharap pelatihan itu dapat dilakasnakan di Balai Latihan Kerja dibawah naungan Kemnaker yang akan disebarkan di 19 kota besar.

Akan tetapi, hal ini tidak dapat terlaksana karena pihak WSE memiliki metode dalam kepelatihannya untuk kursus bahasa Inggris di lingkungan yang tiap harinya menggunakan bahasa asing tersebut.

Wall Street English
Wall Street English ingin bekerjasama dengan pemerintah

Buruh Imigran Bisa Belajar di Tempat Kursus Bahasa Inggris, BSD

Jika buruh memiliki kerterbatasan dalam menggunakan bahasa Inggris ataupun program dari pemerintah. Mereka bisa mendaftarkan di ke tempat kursus bahasa Inggris yang berlokasi di BSD. Dengan begitu mereka dapat meningkatkan dalam bahasa asing tersebut.

Mereka akan diberikan pelajaran dengan cepat untuk menguasai bahasa Inggris, yang mana di tempat les English Study. Dimana sudah memiliki ratusan siswa yang sebagian memang ingin meeningkatkan kemampuan dalam penggunaan bahasa. Dan adapun harus belajar dari awal, sampai mereka menjadi bisa, yang tidak memubutuhkan waktu tahunan.

Dengan buruh imigran mampu menguasai bahasa inggris yang merupakan bahasa asing yang dipakai untuk berkomunikasi antar negara, mereka bisa bersaing untuk mencari nafkah dan bekerja di luar negeri.