aluminum-foil

Apakah Aman Memasak Dengan Menggunakan Alumunium Foil ?

Untuk memasak dan memanggang dengan menggunakan alumunium foil terbilang cepat dan begitu praktis. Akan tetapi, tidak dengan tanpa resiko kesehatan. Alumunium foil dikenal sejak tahun 1910 dari Dr. Lauber, Neher & Cie di Swiss. Ketika itu banyak perubahan untuk memakai alumunium foil.

Awal mulanya bungkusan yang berwarna silver itu, dipakai untuk membungkus permen. Namun, lama kelamaan digunakan untuk memanggang ikan dan bahan-bahan makanan lainnya ketika di sebuah acara barbeque. Yang mana juga bisa dalam mengukus makanan.

Dengan begitu, alumunium foil pun dalam memasak terus meluas yang menjadikan kekhawatiran para ahli. Karena, menurut sebagian peneliti dalam menggunakan alumunium saat proses memasak memberikan dampak zat-zat kimia dapat larut ke dalam makanan. Dimana zat itu dapat berbahaya bagi tubuh.

aluminum-foil
dampak buruk memasak dengan alumunium foil

WHO Mengenai Alumunium Foil Dalam Memasak

Organisasi Kesehatan Dunia atau yang disebut dengan WHO mengatakan bahwa di tubuh manusia bisa mengeluarkan meski kecil alumunium dengan efektif. Yang mana saat kita menelan alumunium 40 mg per kilogram berat badan tetap aman di tiap harinya.

Yang menjadi permasalahannya saat ini adalah kebanyak orang telah menelan lebih banyak dari jumlah yang sudah diberikan oleh WHO. Alumunium foil dapat memberikan dampak untuk kesehatan seperti, menurunnya jumlah pertumbuhan pada sel. Dan jika berlebihan dapat mengganggu otak yang menimbulkan penyakit Alzheimer.

Ketika tahun 2012 lalu, sebuah media dari International Journal of Electrochemical Science telah meneliti dari beberapa alumunium yang dapat larut ke dalam makanan. Dan ternyata hasil itu memiliki jumlah yang bervariasi tergantung dari jumlah faktor.

Dengan memasak dengan suhu yang tinggi, maka akan semakin banyak jumlah alumunium yang dapat larut ke dalam makanan. Penyebab lainya merupakan meningkatnya keasaman cairan makanan, garam dan bumbu yang menjadi penambah dalam makanan.

Sepeti yang sudah diterangkan oleh Ghada Bassioni, yang merupakan ahli kimia yang berasal dari Ain Shams University. Dimana tingkar keasaman dalam makanan akan memberikan dampak banyak pada alumunium yang menyerap makanan.

“Buruknya dalam penggunaan alumunium untuk kesehatan yang berpengaruh dalam kesehatan secara umum dan seberapa mampu tubuh sendiri untuk mengatasi dalam akumulasi yang sesuai dengan dosis akan dianggap aman oleh WHO,” ujar Bassioni.

Meski tidak adanya larangan dalam penggunaan alumunium foil untuk memasak. Akan tetapi, tidak ada salahnya untuk mengurangi penggunaannya dalam makanan. Bisa dicontohkan dengan mengganti almunium foik dengan memakai daun pisang yang diwariskan oleh nenek moyang.

macroni
macroni yang menggunakan alumunium foil

Belajar Memasak Jangan Menggunakan Almunium Foil

Sebagian orang yang mencoba belajar memasak biasanya menggunakan alumunium foil. Yang mana merupkan salah satu peralatan dapur yang biasa digunakan untuk memasak. Membuat para peneliti memberikan nilai terhadap alumunium foil dapat memberikan dampak negatif ketimbang positif bagi kesehatan.

Dimana dalam penelitian tersebut dari American University of Sharjah, terdapat sebuah logam yang berada di alumunium foil membuat makanan terkontaminasi. Yang mana peneliti tersebut mengatakan di dalam makanan terdapat logam enam kali lebih banyak dari jumlah yang sesuai harian logam yang dengan aman dalam tubuh.

Dengan adanya hal itu, di tempat kursus memasak yang terdapat di Serpong, Tangerang Selatan tidak menggunakan alumunium foil. Yang mana tempat les itu hanya menggunakan daun pisang seperti apa yang pernah digunakan oleh orang-orang dahulu.

Dengan memakai daun pisang, makanan pun terasa enak ketimbang memakai alumuim foil yang dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Dan makanan pun terasa begitu lezat dan aman untuk di konsumsi.